Yaaaa Hesoooo ahaha maafkan saya yang bulan
lalu katanya mau posting seminggu sekali malah jadi sebulan sekali. Bukan
faktor moody, sungguh, namun tugas
yang menumpuk tak mengizinkan pikiran saya untuk membuka blog apalagi
memposting blog. Kalo sekedar tugas kuliah ya wes lah ya kan, ini lagi osjur
mameeeen. Kok baru osjur semester 4? Yah karena baru masuk jurusan di semester
3, semester 1 dan 2 masih Tahap Pembelajaran Bersama (TPB). Dan begitulah. Jadi
mohon dimaklumi yaaak~ Lagian apa sih pentingnya postingan aing ahaha saya
berterimakasih sekali untuk kalian yg mau mampir dan menghabiskan waktunya
membaca postingan ini apalagi yang untuk kalian yang rajin mampir ke lubang ini
x)
Seperti judul besarnya, Konser Terakhir Album Visualis - The Changcuters, postingan kali
ini kita bakal bahas ya konser terakhir tour Visualis nya itu. Gak dari awal
sih diceritain, soalnya aing sendiri telat dateng ke konser nya ahaha. Woke sebelum
kita masuk ke pembahasan hari H, kita bahas dulu soal Album Visualis nya itu
sendiri.
Visualis, album ke-4 The Changcuters (sebenarnya ke-5) yang diluncurkan pada
tanggal-bulan-tahun yang pada umumnya dibilang unik, Desember ke-11 di tahun
2013 atau bisa dituliskan #111213.
Peluncuran album Visualis ini di Jakarta, yah saya gak bisa datang kemaren itu
jadi gatau lengkap nya di sana gimana ahaha yang pastinya waktu itu konsernya
terbatas katanya, dan pastinya keren sekali.
Oiya, segala hal yang aing sebutin di sini
bukan berdasarkan riset ke sana ke mari, hasil baca artikel di blog atau situs
orang lain, atau wawancara, ya. Ini sih menurut aku sendiri, opini wae lah.
Nah, di album ke-4 ini, mereka memakai warna
biru sebagai warna utama. Beberapa bulan sebelum launching mereka pernah
bertanya via twitter kurang lebih bahasanya,”Apa itu Biru?”. Dan di situ banyak orang yang membalas dengan
persepsi nya masing-masing, aku jawab juga, aku bilang Biru itu Luas dan dibales mereka apa gitu lupa ahaha.
Oke kita mulai membahas album ini lebih
mendalam berdasarkan opini saya. Di mulai dari cover paling depan. Polos warna
biru dengan lubang kotak di tengah dan di atasnya ada tulisan The Changcuters,
Visualis. Mungkin mayoritas orang (termasuk saya awalnya) agak-gimana-gitu, kaget, kenapa mereka pakai mata satu yang saat
ini selalu di anggap simbol itu tuh.
Yah setelah dipikir-pikir lagi setelah bener-bener memahami “Visualis” itu
sendiri ya enggak sih ini, gak ada mau pake mata-satu-yang-itu segala. Mungkin
maksud mereka sampul terdepan ini bisa kita anggap pintu, lubang itu sendiri
lubang kunci. Jadi seolah ada orang yang lagi ngintip dari lubang itu. Ya gini
aja ya, kalo kita lagi di kamar atau lagi di mana gitu terus kita ngeliat dari
lubang kunci ada mata, ada orang lagi ngintip, kan kita penasaran siapa itu
yang ngintip. Ya mungkin The Changcuters membuat mata ngintip gini biar kita
penasaran, siapa sih yang ada di balik
bungkus ini?
Lalu cover pertama pun kita buka. Tampak lah
cover sesungguhnya. Di cover yang sesungguh nya ini tampak ada 9 elemen alat
visual dan pembantu visual: cermin,
lubang kunci, teropong, bola ramal, mata, kamera, kaca mata, televisi, dan kaca
pembesar. Ya menurut saya sendiri ini punya makna masing-masing sebagai
alat visual.
-Cermin
untuk melihat diri sendiri,”Coba koreksi
diri sendiri”.
-Lubang
kunci untuk mengintip,”Coba lihat ada apa dibalik sana”.
-Teropong
untuk melihat sekitar,”Coba perhatikan
sekitar kita, apa yang sedang terjadi?”.
-Bola
ramal untuk melihat masa depan,”Coba bayangkan bagaimana kamu 5-10 tahun
mendatang? Bayangkan, agar kau tahu bagaimana menggapai nya dan kau mau
berusaha menggapai nya”
-Kamera
untuk merekam,”Ingat lah yang kita lihat,
rekam”.
-Kacamata
untuk untuk membantu melihat lebih jelas,”Perhatikan
dengan benar, agar kamu mengerti”
-Televisi untuk melihat keadaan sekitar dalam jarak yang lebih jauh,”Apa yang terjadi di sekitar kita? (Dalam
lingkup lebih luas, bukan sekedar tempat kita tinggal)”.
-Kaca
pembesar untuk kita melihat sesuatu
yang kecil,”Coba lihat dan perhatikan
dengan lebih detail”. Dan,
-Mata
sendiri alat visual utama kita.
Wooke, itu lah makna cover album Visualis-nya
The Changcuters berdasarkan opini seorang PTR. Pengen juga sih ceritain makna
perlagu juga ahaha cuma nanti lah, di postingan lain nya. Yang pastinya aku
begitu jatuh cinta dengan album kali ini. Paduan lagu, desain album, dan kostum
benar-benar menunjukkan biru gelap album mereka ini, benar-benar dewasa. Memang
sih bisa dibilang lagu-lagu di album ini gak membuat kita sejingkrak di
album-album sebelumnya, cuma aja lagu-lagu di album ini lebih ngena gitu, lebih
ada makna nya, lebih seru aja denger nya ahaha. Ingat, ini opini! Menjadi anggota Changcutama
Visual Mandiri bersama Mets kini
sudah menjadi impian saya. Aamiin.
Ayo Aamiinin doong! ahaha
Malu euy ngeposting gambar ini, belum ada tanda tangannya di bagian sini haha
Allrait, sekarang kita menuju topik
utama. Konser terakhir album Visualis dengan tagline,”Ssst.. Jangan Bilang Siapa-Siapa!” ini bisa kubilang dadakan gitu.
Bukan konsernya dadakan, tapi pemberitahuannya dadakan ahaha. Keren sih
konsepnya, jadi bener-bener #SecretGigs,
konser diem-diem. Konser ini berlangsung tanggal 10 Maret 2015 di Taman Musik
Centrum, Bandung, Jawa Barat.
Saat mereka menuju ke gedung itu
(gak jauh kok, tinggal nyebrang aja) aku sibuk ngambilin song list yang
merupakan wajib bagiku ahaha sambil ngutipin bola-bola biru yang di lempar
panitia konser yang di bola itu ada tanda tangannya. Aku kan telat datang jadi
gak dapat dari awal, makanya ngutipin yang gak diambil orang aja. Di song list
ternyata sekarang ada tanda tangannya, mereka benar-benar mengerti dengan kami Changcut Ranger.
Nah, bisa berpose kan?? Walau ngeblur ternyata fotonya
Songlist
Here's The Signature Ball
Sang Pelarut Duka Pemadam Dendam
Si Garang Tapi Baik Hati
Yang Gila dan Digilai
Yang Piawai, Lihai, Aduhai
Si Diam Itu Emas
ga dapat bola nya, tapi dapat pick nya, lagi.















Izin aku share ke ig ya hehehe
ReplyDelete