Tuesday, 17 March 2015

Konser Terakhir Album Visualis
The Changcuters

Yaaaa Hesoooo ahaha maafkan saya yang bulan lalu katanya mau posting seminggu sekali malah jadi sebulan sekali. Bukan faktor moody, sungguh, namun tugas yang menumpuk tak mengizinkan pikiran saya untuk membuka blog apalagi memposting blog. Kalo sekedar tugas kuliah ya wes lah ya kan, ini lagi osjur mameeeen. Kok baru osjur semester 4? Yah karena baru masuk jurusan di semester 3, semester 1 dan 2 masih Tahap Pembelajaran Bersama (TPB). Dan begitulah. Jadi mohon dimaklumi yaaak~ Lagian apa sih pentingnya postingan aing ahaha saya berterimakasih sekali untuk kalian yg mau mampir dan menghabiskan waktunya membaca postingan ini apalagi yang untuk kalian yang rajin mampir ke lubang ini x)




Seperti judul besarnya, Konser Terakhir Album Visualis - The Changcuters, postingan kali ini kita bakal bahas ya konser terakhir tour Visualis nya itu. Gak dari awal sih diceritain, soalnya aing sendiri telat dateng ke konser nya ahaha. Woke sebelum kita masuk ke pembahasan hari H, kita bahas dulu soal Album Visualis nya itu sendiri.



Visualis, album ke-4 The Changcuters (sebenarnya ke-5) yang diluncurkan pada tanggal-bulan-tahun yang pada umumnya dibilang unik, Desember ke-11 di tahun 2013 atau bisa dituliskan #111213. Peluncuran album Visualis ini di Jakarta, yah saya gak bisa datang kemaren itu jadi gatau lengkap nya di sana gimana ahaha yang pastinya waktu itu konsernya terbatas katanya, dan pastinya keren sekali.

Oiya, segala hal yang aing sebutin di sini bukan berdasarkan riset ke sana ke mari, hasil baca artikel di blog atau situs orang lain, atau wawancara, ya. Ini sih menurut aku sendiri, opini wae lah.
Nah, di album ke-4 ini, mereka memakai warna biru sebagai warna utama. Beberapa bulan sebelum launching mereka pernah bertanya via twitter kurang lebih bahasanya,”Apa itu Biru?”. Dan di situ banyak orang yang membalas dengan persepsi nya masing-masing, aku jawab juga, aku bilang Biru itu Luas dan dibales mereka apa gitu lupa ahaha.

Oke kita mulai membahas album ini lebih mendalam berdasarkan opini saya. Di mulai dari cover paling depan. Polos warna biru dengan lubang kotak di tengah dan di atasnya ada tulisan The Changcuters, Visualis. Mungkin mayoritas orang (termasuk saya awalnya) agak-gimana-gitu, kaget, kenapa mereka pakai mata satu yang saat ini selalu di anggap simbol itu tuh. Yah setelah dipikir-pikir lagi setelah bener-bener memahami “Visualis” itu sendiri ya enggak sih ini, gak ada mau pake mata-satu-yang-itu segala. Mungkin maksud mereka sampul terdepan ini bisa kita anggap pintu, lubang itu sendiri lubang kunci. Jadi seolah ada orang yang lagi ngintip dari lubang itu. Ya gini aja ya, kalo kita lagi di kamar atau lagi di mana gitu terus kita ngeliat dari lubang kunci ada mata, ada orang lagi ngintip, kan kita penasaran siapa itu yang ngintip. Ya mungkin The Changcuters membuat mata ngintip gini biar kita penasaran, siapa sih yang ada di balik bungkus ini?



Lalu cover pertama pun kita buka. Tampak lah cover sesungguhnya. Di cover yang sesungguh nya ini tampak ada 9 elemen alat visual dan pembantu visual: cermin, lubang kunci, teropong, bola ramal, mata, kamera, kaca mata, televisi, dan kaca pembesar. Ya menurut saya sendiri ini punya makna masing-masing sebagai alat visual.
-Cermin untuk melihat diri sendiri,”Coba koreksi diri sendiri”.
-Lubang kunci untuk mengintip,”Coba lihat ada apa dibalik sana”.
-Teropong untuk melihat sekitar,”Coba perhatikan sekitar kita, apa yang sedang terjadi?”.
-Bola ramal untuk melihat masa depan,”Coba bayangkan bagaimana kamu 5-10 tahun mendatang? Bayangkan, agar kau tahu bagaimana menggapai nya dan kau mau berusaha menggapai nya
-Kamera untuk merekam,”Ingat lah yang kita lihat, rekam”.
-Kacamata untuk untuk membantu melihat lebih jelas,”Perhatikan dengan benar, agar kamu mengerti
-Televisi untuk melihat keadaan sekitar dalam jarak yang lebih jauh,”Apa yang terjadi di sekitar kita? (Dalam lingkup lebih luas, bukan sekedar tempat kita tinggal)”.
-Kaca pembesar untuk kita melihat sesuatu yang kecil,”Coba lihat dan perhatikan dengan lebih detail”. Dan,
-Mata sendiri alat visual utama kita.


Wooke, itu lah makna cover album Visualis-nya The Changcuters berdasarkan opini seorang PTR. Pengen juga sih ceritain makna perlagu juga ahaha cuma nanti lah, di postingan lain nya. Yang pastinya aku begitu jatuh cinta dengan album kali ini. Paduan lagu, desain album, dan kostum benar-benar menunjukkan biru gelap album mereka ini, benar-benar dewasa. Memang sih bisa dibilang lagu-lagu di album ini gak membuat kita sejingkrak di album-album sebelumnya, cuma aja lagu-lagu di album ini lebih ngena gitu, lebih ada makna nya, lebih seru aja denger nya ahaha. Ingat, ini opini! Menjadi anggota Changcutama Visual Mandiri bersama Mets kini sudah menjadi impian saya. Aamiin. Ayo Aamiinin doong! ahaha

 Malu euy ngeposting gambar ini, belum ada tanda tangannya di bagian sini haha 

Allrait, sekarang kita menuju topik utama. Konser terakhir album Visualis dengan tagline,”Ssst.. Jangan Bilang Siapa-Siapa!” ini bisa kubilang dadakan gitu. Bukan konsernya dadakan, tapi pemberitahuannya dadakan ahaha. Keren sih konsepnya, jadi bener-bener #SecretGigs, konser diem-diem. Konser ini berlangsung tanggal 10 Maret 2015 di Taman Musik Centrum, Bandung, Jawa Barat.



Mulai konsernya pukul 4 sore. Aku telat datang ahaha datengnya di 7 lagu terakhir. Pas berhenti di lampu merah menunggu berganti menjadi lampu hijau terputar lah lagu PANGGIL SAJA, JOHN!, lumayan, sambil nunggu bisa nyanyi seru ahaha soundtrack sama Hamsy dan Iqbal nih! Parkir motor, terus duduk dulu di kursi taman, melihat dari jauh. Habis lagu itu, mereka ada sedikit bincang-bincang, nah di situ aku baru turun menuju depan panggung. Lalu dimainkan lah lagu selanjutnya ANTARIKSA, berlanjut ke WOW, THAYYIBAH… eh salah, WOW, DEBORAH… Lalu ada bicara-bicara lagi. Masuk ke lagu cinta, SAMARA, dan langsung berlanjut ke AKHIRNYA INDAH, dan lagu terakhir MSPLCDP? atau MENGAPA SAHABAT PACARKU LEBIH CANTIK DARI PACARKU? Dan tiba-tiba teringat kalo dalam album Visualis ada hidden song, yang selama ini aku beri judul JAKET KULITKU. Ternyata judul nya (ntah judul ntah cuma code name) yang bener JETKUL ahaha. Yah lalu habis lah konser ini dan mereka menuju gedung yg berada di seberang gitu untuk sesi wawancara bagi media.



Saat mereka menuju ke gedung itu (gak jauh kok, tinggal nyebrang aja) aku sibuk ngambilin song list yang merupakan wajib bagiku ahaha sambil ngutipin bola-bola biru yang di lempar panitia konser yang di bola itu ada tanda tangannya. Aku kan telat datang jadi gak dapat dari awal, makanya ngutipin yang gak diambil orang aja. Di song list ternyata sekarang ada tanda tangannya, mereka benar-benar mengerti dengan kami Changcut Ranger.

Setelah mengambil itu semua, aku pun menuju gedung itu. Di sana aku merasakan bukan seperti penonton dan bintang, seperti apa ya? Bingung lah jelasinnya, tapi ya santai aja gitu sama mereka. Ada sesi foto bareng gitu kan, sebenarnya bisa aja sih selfie per-personil gitu, karena kondisi yang aku memang uda sebelah-sebelahan terus sama mereka. Namun aku gak enak aja gitu. Kenapa? Karena mereka gakbisa diajak berpose ahaha nanti hasil fotonya makin jelek, uda aku foto pake kamera hp ku yang seadanya tambah biasa aja lagi gayanya. Bisa aja sih diajak berpose, cuma kan yang mau foto bukan cuma aku, ada banyak orang, ada banyak mata kamera, kalo aku foto sama mereka ya belum tentu mereka liat mata kameraku kan? Dan itu mengesalkan. Makanya mau foto sama mereka kalo sepi aja, gamau yang berebut gitu ehehe. Yah karena berebut gitu, aku pun memutuskan foto dengan yang cantik. Istri si piawai lihai aduhai, Dhatu Rembulan huehuehuehuehue.



 Nah, bisa berpose kan?? Walau ngeblur ternyata fotonya 

Yah begitulah konser terakhir album Visualis yang saya alami saat itu. Sebenarnya ceritanya lebih seru lagi, cuma aja kalo diketik semua kepanjangan, jadi ya pokok-pokok nya aja diceritain. Daaaaan ini lah dia oleh-oleh dari konser diem-diem ini!

 Songlist 

 Here's The Signature Ball 


 Sang Pelarut Duka Pemadam Dendam 


 Si Garang Tapi Baik Hati 


 Yang Gila dan Digilai 


 Yang Piawai, Lihai, Aduhai 


 Si Diam Itu Emas 
ga dapat bola nya, tapi dapat pick nya, lagi.

1 comment: