Thursday, 5 October 2017

Speterbet
Spele ternyata ribet

Pengenalan: Pengenalan

Sebuah forum bertukar pikiran, bertukar opini akan hal-hal di kehidupan ini. Sebuah forum yang mengajak untuk merasa dan berempati. Menguatkan kepekaan akan sekitar sehingga menjadi memerhatikan lebih dari sekedar melihat. Tidak ada yang salah tidak ada yang benar, kumpulkan perspektif agar semakin paham.




Speterbet, spele ternyata ribet.
Tidak, kita tidak membahas sesuatu sejauh
“Kenapa suatu kata bisa terbentuk?”
“Kenapa bisa tercipta A B C bahkan X?”


atau lebih dalam lagi sampai ke pertanyaan
“Bagaimana kita bisa hidup di dunia ini?”
“Tuhan?”


Tidak, tidak, kita tidak sampai ke sedalam itu.
Mungkin suatu hari nanti bisa terbahas, tapi tidak di speterbet ini, mungkin di lain forum yang bisa dibuat sendiri wkwkw. Tapi pasti seru kok ngebahas hal-hal itu. Cuma sekali lagi, engga, di sini kita engga ngebahas sampai hal yang lebih dari kompleks itu. Di sini kita hanya membahas hal-hal yang selama ini terasa sepele, namun ternyata begitu kompleks.


Hemm, mungkin sebagian bertanya-tanya: contohnya?
Kita mulai dari hal yang membuatku membuat forum ini (selengkapnya bisa di baca di bagian “Pengenalan: Awal Mula”, gengs).
Kita mulai dari perbedaan kata. Di saat kita menggunakan kata “Gawang”. Lalu kita pakai kata yang sama namun penggunaan salah satu bagian yang berbeda, misal kita ubah menjadi “Gauang”.

Coba lafalkan.

Terasa perbedaannya? Apa yang kamu rasakan? Bagaimana bayangan visual kamu? Bagaimana perbedaan antara “Gawang” dan “Gauang”?
Bagaimana pula bila kamu melafalkannya menjadi “Gauwang”.
Bagaimana perbedaannya?
Terasa?



Lalu, muncul pertanyaan:
“Untuk Apa?”






Bila sudah mencoba di satu kata, kita coba berikutnya.
“Suara dalam hati ngikut menua kaya kita engga ya?”
“Logo Copyright udah ter-Copyright belum ya?”
“Gimana kalo ternyata kita gabisa masuk ke cermin karena bayangan kita yang ngehentiin kita?”


atau bahkan sampai ke begitu sepelenya seperti
“Siapa ya yang ngebersihin jaring-jaringnya Spiderman?”


Pertanyaan-pertanyaan yang barusan bisa dengan mudahnya kalian dapatkan dengan ngefollow @askingforafrd di instagram. Semua postingannya adalah contoh dari Speterbet ini ahahaha aku senang pas dapat akun itu.


Lalu lagi-lagi muncul pertanyaan:

“Untuk Apa?”






Kita coba lagi yang sedikit kompleks.
Pemikiran dari si Faathir:
”Kenapa bapak-bapak buncit suka naikin kaosnya terus disangkutin ke perut?”


Pemikiran dari si Nurseha:
“Kebakaran. Korban Kebakaran. Yang kebakar gedungnya yang dapat gelar korban kok penghuninya ya?”


Dan lagi-lagi muncul pertanyaan:
“Untuk Apa?”







 “Buat apa sih, pas, ngebahas ga penting gini?”
Nah, ini. Buat apa? Buat lebih peka. Agar menjadi lebih perasa. Lebih paham sekitar. Lebih paham lingkungan. Lebih paham kehidupan.


Biar apa?
Untuk profesi di periklanan seperti saya ya sangat penting. Karena hal-hal sepele ternyata kompleks bisa menghasilkan hal-hal konyol yang ternyata menjual.
As Designer? Berguna juga, sebagai desainer, peka terhadap khalayak sasar sangat diperlukan, bukan? Kemampuan menganalisis khalayak sasar yang digabungkan dengan data objek sangat kita perlukan kan, untuk menghasilkan hasil desain yang efektif? Misal khalayak sasar kita adalah para Mahasiswa, kita kecilkan saja lagi mahasiswa Fakultas Industri Kreatif / Seni Rupa dan Desain Telkom University (halah ahahaha), kita harus ngebayangin kan,”Kira-kira yang anak-anak ini lakuin dalam sehari-hari apa ya?”. Sebelum kita terjun langsung ke lapangan mencari data, ada baiknya kalo kita udah tau “Mau Ngapain”, kan? Mencari data buta arah hanya menghabiskan waktu dan dana, bukan?



Untuk kehidupan sehari-hari? Untuk profesi lain?
Untuk kamu yang hidup bukan di ahensi, bukan sebagai desainer, kira-kira apa gunanya?
Aku yakiin apapun itu profesi kamu, umur berapapun kamu, mau masih SD ataupun sudah S3 ikut memikirkan hal-hal yang akan kita diskusikan nantinya pasti sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Karena bila peka akan suatu hal, menjadi lebih perasa dibanding orang lain, pasti bisa menjadi lebih baik pula.
Karena kita akan menjadi makhluk yang lebih ber-Empati.
Karena kita akan menjadi makhluk yang mengetahui banyak opini orang lain.
Kita akan menjadi makhluk yang memiliki banyak perspektif.


Kalo banyak perspektif?
Kita akan terjauhi dari perdebatan.
Eh ingat loh, bagi kita yang muslim, kita harus menghindari perdebatan.
Ingat! Perdebatan adalah Perbuatan Tercela! Ahahahahahaha



Dengan banyak perspektif
kita akan terjauhi dari perdebatan.



Perdebatan, berdebat dengan orang yang perspektifnya sempit, wawasannya sedikit, ya susah. Yang ada kekeuh aja dia dengan pemikirannya. Makanya jauhin perdebatan kan, pahami opini banyak orang. Pahami perspektif banyak sudut pandang.
Kalo udah dipahami, ntar juga jadi tau sendiri kan solusinya?






Speterbet,
spele ternyata ribet.

Sampai bertemu di diskusi kita nanti.

No comments:

Post a Comment