Sebuah forum bertukar pikiran,
bertukar opini akan hal-hal di kehidupan ini. Sebuah forum yang mengajak untuk
merasa dan berempati. Menguatkan kepekaan akan sekitar sehingga menjadi memerhatikan
lebih dari sekedar melihat. Tidak ada yang salah tidak ada yang benar, kumpulkan
perspektif agar semakin paham.

Speterbet, spele ternyata ribet.
Tidak, kita tidak membahas sesuatu sejauh
“Kenapa suatu kata bisa terbentuk?”
“Kenapa bisa tercipta A B C bahkan X?”
atau lebih dalam lagi sampai ke
pertanyaan
“Bagaimana kita bisa hidup di dunia ini?”
“Tuhan?”
Tidak, tidak,
kita tidak sampai ke sedalam itu.
Mungkin suatu hari nanti bisa
terbahas, tapi tidak di speterbet ini, mungkin di lain forum yang bisa dibuat
sendiri wkwkw. Tapi pasti seru kok ngebahas hal-hal itu. Cuma sekali lagi, engga, di sini kita engga ngebahas
sampai hal yang lebih dari kompleks itu. Di sini kita hanya membahas hal-hal
yang selama ini terasa sepele, namun ternyata begitu kompleks.
Hemm, mungkin sebagian bertanya-tanya:
contohnya?
Kita mulai dari hal yang membuatku
membuat forum ini (selengkapnya bisa di baca di bagian “Pengenalan: Awal Mula”, gengs).
Kita mulai dari perbedaan kata. Di
saat kita menggunakan kata “Gawang”.
Lalu kita pakai kata yang sama namun penggunaan salah satu bagian yang berbeda,
misal kita ubah menjadi “Gauang”.
Coba lafalkan.
Terasa perbedaannya? Apa yang kamu
rasakan? Bagaimana bayangan visual kamu? Bagaimana perbedaan antara “Gawang” dan “Gauang”?
Bagaimana pula bila kamu
melafalkannya menjadi “Gauwang”.
Bagaimana perbedaannya?
Terasa?
Lalu, muncul pertanyaan:
“Untuk Apa?”

Bila sudah mencoba di satu kata, kita
coba berikutnya.
“Suara dalam hati ngikut menua kaya kita engga ya?”
“Logo Copyright udah ter-Copyright belum ya?”
“Gimana kalo ternyata kita gabisa masuk ke cermin karena bayangan kita
yang ngehentiin kita?”
atau bahkan sampai ke begitu
sepelenya seperti
“Siapa ya yang ngebersihin jaring-jaringnya Spiderman?”
Pertanyaan-pertanyaan yang barusan
bisa dengan mudahnya kalian dapatkan dengan ngefollow @askingforafrd di instagram. Semua postingannya adalah contoh dari
Speterbet ini ahahaha aku senang pas dapat akun itu.
Lalu lagi-lagi muncul pertanyaan:
“Untuk Apa?”

Kita coba lagi yang sedikit kompleks.
Pemikiran dari si Faathir:
”Kenapa bapak-bapak buncit suka naikin kaosnya terus disangkutin ke
perut?”
Pemikiran dari si Nurseha:
“Kebakaran. Korban Kebakaran. Yang kebakar gedungnya yang dapat gelar
korban kok penghuninya ya?”
Dan lagi-lagi muncul pertanyaan:
“Untuk Apa?”

“Buat apa sih, pas, ngebahas ga penting
gini?”
Nah, ini. Buat apa? Buat lebih peka.
Agar menjadi lebih perasa. Lebih paham sekitar. Lebih paham lingkungan. Lebih
paham kehidupan.
Biar apa?
Untuk profesi di periklanan seperti
saya ya sangat penting. Karena hal-hal sepele ternyata kompleks bisa
menghasilkan hal-hal konyol yang ternyata
menjual.
As Designer?
Berguna juga, sebagai desainer, peka terhadap khalayak sasar sangat diperlukan,
bukan? Kemampuan menganalisis khalayak sasar yang digabungkan dengan data objek
sangat kita perlukan kan, untuk menghasilkan hasil desain yang efektif? Misal
khalayak sasar kita adalah para Mahasiswa, kita kecilkan saja lagi mahasiswa
Fakultas Industri Kreatif / Seni Rupa dan Desain Telkom University (halah
ahahaha), kita harus ngebayangin kan,”Kira-kira
yang anak-anak ini lakuin dalam sehari-hari apa ya?”. Sebelum kita terjun langsung ke lapangan mencari data, ada baiknya
kalo kita udah tau “Mau Ngapain”,
kan? Mencari data buta arah hanya menghabiskan waktu dan dana, bukan?
Untuk kehidupan sehari-hari? Untuk profesi lain?
Untuk kamu yang hidup bukan di
ahensi, bukan sebagai desainer, kira-kira apa gunanya?
Aku yakiin apapun itu profesi kamu,
umur berapapun kamu, mau masih SD ataupun sudah S3 ikut memikirkan hal-hal yang
akan kita diskusikan nantinya pasti sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari.
Karena bila peka akan suatu hal, menjadi lebih perasa dibanding orang lain,
pasti bisa menjadi lebih baik pula.
Karena kita akan menjadi makhluk yang
lebih ber-Empati.
Karena kita akan menjadi makhluk yang
mengetahui banyak opini orang lain.
Kita akan menjadi makhluk yang memiliki banyak perspektif.
Kalo banyak perspektif?
Kita akan terjauhi dari perdebatan.
Eh ingat loh, bagi kita yang muslim,
kita harus menghindari perdebatan.
Ingat! Perdebatan adalah Perbuatan Tercela! Ahahahahahaha
Dengan banyak perspektif
kita akan terjauhi dari perdebatan.
Perdebatan, berdebat dengan orang
yang perspektifnya sempit, wawasannya sedikit, ya susah. Yang ada kekeuh aja
dia dengan pemikirannya. Makanya jauhin perdebatan kan, pahami opini banyak
orang. Pahami perspektif banyak sudut pandang.
Kalo udah dipahami, ntar juga jadi tau
sendiri kan solusinya?

Speterbet,
spele ternyata ribet.
Sampai bertemu di diskusi kita nanti.

No comments:
Post a Comment