Ada sempat terpikirkan olehku beberapa hari ini, melihat blog ini, si lubang yang terlahir di 2013. Lalu ku bertanya untuk apa dulunya lubang ini? Kenapa bisa terlahir? Gimana proses mengembangkannya? Di mana tempat mencari idenya? - - - - - Hapus aja apa ya? Bikin kanal baru apa ya biar restart?
Lubang Tikus, karena domainnya udah diambil jadinya Lubang si Tikus haha
Di beberapa post sebelumnya (belum jauh dari ini tapi tahunnya udah jauh haha) udah dijelasin dulu kenapa bikin blog yang satu ini. Singkat paling singkatnya: Untuk mendokumentasikan beberapa sejarah kehidupan, menjadi artefak, dan dengan daya daring ceritanya dapat terus bergema.
Jejak digital? Benar. Makanya hati-hati juga nulisnya hehe dibuka untuk publik kebetulan.
Iya, jadi beberapa hari ini kepikiran apa hapus aja blog ini ya? Bikin yang baru yang orang belum ada tau, jadinya semi-private. Tapi dah lah, cukup sketchbook yang belom abis udah bikin baru (kebetulan biasanya bikin bukan beli wkwk) --- blog tidak perlu. Biar lah dia begini adanya, biar suatu hari nanti tetap bisa terbaca oleh sayanya. Bukan untuk orang lain, tapi untuk sayanya.
Tapi, lubang ini jadinya iya semi-private bae, gak dishare gitu lah kaya dulu, kalo mau sharing isi kepala bakal di behance atau medium bae. Di sini keresahan untuk didokumentasikan bae. Bae-bae mele nih. Baek-baek aja lah. Hehe. Tamat pengen nulis kali ini.
Sudah melirik ke belakangnya, saatnya kembali maju ke depan.
Hari ini Senin terakhir di Ramadan 1442H/2021M, bismillah berkah.


No comments:
Post a Comment